Support Layanan 24 Jam 082135252951 senimebel@yahoo.com 085211515151

Sejarah Kesenian Ukir Jepara

Jumat, Juli 10th 2015.

sejarah-kesenian-ukir-jepara

Berbicara mengenai seni ukir tentunya pikiran kita akan langsung teringat pada suatu nama kota yaitu kota jepara, jawa tengah. Kota jepara sangat dikenal dengan kerajinan seni ukirnya baik di dalam negeri maupun manca negara dan para seniman ukir jepara banyak menuangkan kemahiran seni ukir merka kedalam mebel atau perabotan rumah seperti kursi, sofa dan mebel lainnya.

Sudahkah anda tahu tentang sejarah kesenian ukir jepara ?

Konon ada sebuah cerita unik yang menjadi kisah sejarah asal mula munculnya seni ukir di Jepara. Cerita ini menjadi sebuah dongeng sebelum tidur saya ketika masih kecil dulu. Bapak saya sering menceritakannya, berulang-ulang, dan saya tidak pernah bosan mendengarnya.

Begini ceritanya. Pada zaman dahulu kala ada seorang pengukir dan pelukis dari Kerajaan Majapahit, Jawa Timur. Waktu itu masa pemerintahan raja Brawijaya. Pengukir itu bernama Prabangkara disebut juga Joko Sungging. Lukisan dan ukiran Prabangkara sudah sangat terkenal di seluruh negeri.

Suatu ketika Raja Brawijaya ingin memiliki lukisan istrinya dalam keadaan telanjang tanpa busana sebagai wujud rasa cinta sang raja. OIeh karena itu, Prabangkara dipanggil untuk mewujudkan keinginan sang Raja. Hal ini tentu merupakan hal yang sulit bagi Prabangkara, Karena meskipun mengenal wajah sang istri raja, tapi dia tidak pernah meilhat istri raja tanpa busana. Dengan usaha keras dan imajinasinya, akhirnya Prabangkara berhasil mengerjakan lukisan tersebut.

Ketika Prabangkara sedang istirahat, tiba-tiba saja ada seekor cicak buang tinja dan mengenai lukisan permaisuri tersebut. Kotoran cicak tersebut mengering dan menjadi bentuk seperti tahi lalat. Raja tentu sangat  gembira dengan hasil karya Prabangkara tersebut. Sebuah lukisan yang sempurna , persis seperti aslinya. Sang raja mengamati lukisan tersebut dengan teliti. Begitu dia melihat tahi lalat, raja murka. Dia menuduh Prabangkara melihat langsung permaisuri tanpa busana. Karena lokasi tahi lalat persis seperti kenyataan.

Raja Brawijaya pun cemburu dan menghukum pelukis Prabangkara dengan mengikatnya di layang-layang, kemudian menerbangkannya. Layang-layang itu terbang hingga ke Belakang Gunung di Jepara dan mendarat di Belakang Gunung itu. Belakang Gunung itu kini bernama Mulyoharjo di Jepara. Kemudian Prabangkara mengajarkan ilmu mengukir kepada warga Jepara pada waktu itu dan kemahiran ukir warga Jepara bertahan dan lestari hingga sekarang.

Begitulah kisah Prabangkara, sebagai cikal bakal dari pengukir yang ada di desa Mulyoharjo, Jepara.

Pencarian terpopuler :

seni ukir jepara, seni mebel jepara, kerajinan ukir jepara, asal usul ukiran jepara, cerita rakyat, belanja mebel jepara, jepara kota ukir

Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Rp 3.500.000

owner

SILAHKAN HUBUNGI KAMI DI BAWAH INI

REKENING BANK

Seputar Furniture Jepara

Info_UpToDate
Info_UpToDate

Info_UpToDate

Info_UpToDate